dip
Belikan Kopi
Modul 14 · Kehidupan emosi anak Anda

Saat anakmu bertemu teman yang orang tuanya tidak berpisah

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

4–78–126 menit baca
Saat anakmu bertemu teman yang orang tuanya tidak berpisah

Saat anakmu bertemu teman yang orang tuanya tidak berpisah

Modul 14 · Kehidupan emosi anakmu · Artikel 10 · Wave 3 · untuk usia 4-7 dan 8-12


Anakmu pulang dari rumah temannya, lebih pendiam daripada biasanya. Beberapa saat kemudian, baru ceritanya keluar. Ayah dan ibu temannya sama-sama tinggal di situ. Mereka semua makan malam bersama, di meja yang sama, di rumah yang sama, dan tidak ada yang pergi ke mana-mana setelahnya. Dan anakmu, yang selama ini baik-baik saja, tiba-tiba menatapmu dengan sebuah pertanyaan yang sebenarnya bukan pertanyaan. Kenapa keluarga kita nggak kayak gitu.

Di suatu titik dalam tahun-tahun SD, anak mulai menyadari bahwa keluarganya berbentuk berbeda dari sebagian keluarga teman-temannya. Main ke rumah yang punya dua orang tua, teman yang tidak pernah harus mengemas tas, sebutan sambil lalu tentang yang kami lakukan sebagai keluarga akhir pekan ini, semua itu mendarat sebagai data yang diam-diam dibandingkan anakmu dengan hidupnya sendiri. Inilah tahun perbandingan, dan ia bisa membuka kembali satu kelembutan yang kamu kira sudah reda.

Prinsipnya. Anakmu menyadari bahwa keluarganya berbeda bukanlah hal yang sama dengan anakmu terluka karena keluarganya berbeda. Perbandingan itu sebuah tahap perkembangan, bukan sebuah luka, dan caramu meresponsnya menentukan apakah anakmu menyimpan keluarganya dalam kategori berbeda atau dalam kategori kurang baik.

Perbandingan itu bagian dari perkembangan

Sekitar usia enam sampai sepuluh tahun, anak menjadi jauh lebih sadar tentang bagaimana dirinya berada di antara teman sebaya. Mereka membandingkan segalanya. Siapa punya apa, rumah siapa lebih besar, siapa dapat sepatu baru, keluarga siapa melakukan apa. Bentuk keluarga menjadi satu hal lagi yang mereka perhatikan dan ukur. Anak yang menangkap bahwa temannya punya dua orang tua di bawah satu atap sedang melakukan perbandingan yang sama seperti yang dia lakukan untuk segala hal lain di usia ini. Itu perkembangan kognitif yang normal, bukan tanda dia sedang tertekan.

Perbandingan itu bisa terasa perih, untuk dia dan untukmu. Untuk anak, ia bisa memunculkan sebuah keinginan, kilasan duka lama, rasa berada di luar sesuatu. Untukmu, ia bisa mengusik rasa bersalah, pikiran menyakitkan bahwa anakmu sedang kehilangan sesuatu yang dimiliki teman-temannya. Kedua perasaan itu nyata, dan tidak satu pun berarti ada yang salah. Menyadari itu hanyalah menyadari. Yang penting adalah apa yang dibangun di atasnya.

Berbeda bukan berarti kurang

Satu hal paling penting yang bisa kamu lakukan dengan perbandingan itu adalah menolak memperlakukannya sebagai bukti bahwa keluarga anakmu lebih buruk. Anak menyerap cara mereka membaca hal ini hampir sepenuhnya dari orang dewasa. Kalau kamu merespons perbandingan itu dengan rasa bersalah, sikap defensif, atau kesedihan, anak belajar bahwa keluarganya memang sesuatu yang patut dirasa buruk. Kalau kamu merespons dengan kehangatan yang mantap dan apa adanya, anak belajar bahwa keluarganya hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk keluarga.

Keluarga hadir dalam banyak bentuk. Ada anak yang punya dua orang tua dalam satu rumah. Ada yang punya kedua rumah. Ada yang punya satu orang tua. Ada yang dibesarkan oleh kakek nenek. Ada yang punya orang tua tiri dan saudara tiri serta jaringan luas orang-orang. Tidak satu pun dari ini adalah keluarga yang benar yang membuat bentuk lainnya kalah. Keluarga dengan kedua rumah adalah keluarga yang nyata, utuh, dan sah, bukan versi rusak dari keluarga satu rumah.

Inilah bingkai yang perlu dipegang dan diwariskan kepada anakmu. Bukan penegasan defensif bahwa semuanya hebat, yang pasti ditembus anak, tapi rasa yang tenang dan tulus bahwa keluarganya berbeda dan berbeda itu sekadar berbeda. Ada keluarga yang tinggal di satu rumah. Keluarga kita punya kedua rumah. Banyak keluarga terlihat berbeda satu sama lain. Keluarga kita salah satu bentuk yang bisa dipunyai sebuah keluarga. Diucapkan tanpa cemas, ini memberi anak tempat berpijak yang kukuh saat perbandingan itu muncul, karena ia akan muncul, berulang kali sepanjang tahun-tahun ini.

Menjawab perbandingan dengan jujur

Saat anakmu membawa perbandingan itu kepadamu, secara langsung atau berputar-putar, ada beberapa hal yang membantu.

Akui perasaan di baliknya. Sering kali perbandingan itu membawa sebuah keinginan atau kesedihan. Sepertinya kamu pengen keluarga kita kayak keluarga mereka, ya. Menyebut keinginan itu, tanpa buru-buru ingin membantahnya, membuat anak merasa dimengerti. Perasaan itu boleh ada. Anakmu boleh berharap, sesekali, bahwa keadaan berbeda, dan menyambut harapan itu dengan jujur lebih baik daripada bersikeras bahwa dia tidak boleh memilikinya.

Jangan menjual keluargamu berlebihan sebagai jawaban. Dorongannya, saat seorang anak membandingkan, adalah melancarkan kampanye tentang betapa hebatnya hidup dengan kedua rumah ini sebenarnya. Dua kali ulang tahun, dua kamar tidur, dua kali lipat liburan. Sedikit dari ini bisa tulus dan tidak masalah, tapi kalau berlebihan, ia terdengar seperti orang yang terlalu kuat membela diri, dan ia mengabaikan perasaan sungguhan di bawahnya. Anakmu tidak butuh kampanye jualan. Dia butuh keinginannya diakui dan keluarganya dipegang sebagai sah.

Jujurlah bahwa dia tidak memilih ini. Sebagian dari yang perih dalam perbandingan itu adalah ketiadaan pilihan. Keluarga temannya tetap bersama; keluarganya tidak, dan dia tidak punya suara apa pun. Kamu tidak perlu berpura-pura itu tidak nyata. Kamu benar bahwa ini berbeda, dan kamu nggak bisa milih. Bagian itu memang nggak adil, dan nggak apa-apa kalau kamu merasa begitu. Kejujuran tentang bahwa ini tidak dipilihnya lebih menghormati anak daripada putaran positif yang tanpa henti.

Lalu, ketenangan mantap yang ada di bawah semua itu, yang lebih banyak tersampaikan lewat caramu hadir daripada lewat apa yang kamu ucapkan. Keluarganya, dalam bentuk apa pun yang ia ambil, penuh dengan orang yang menyayanginya. Itulah yang sebenarnya menjawab perbandingan tadi, dan ia dijawab bertahun-tahun lamanya, lewat kehadiran orang-orang dalam hidupnya yang bisa diandalkan, jauh lebih daripada lewat satu percakapan mana pun.

Apa yang sebenarnya ditanyakan oleh perbandingan itu

Di bawah kenapa keluarga kita nggak kayak gitu biasanya ada pertanyaan yang lebih dalam dan lebih lirih. Apakah aku baik-baik saja. Apakah keluargaku baik-baik saja. Apakah aku kehilangan sesuatu yang aku butuhkan.

Kebenaran klinis yang melegakan adalah bahwa yang dibutuhkan anak bukanlah satu bentuk keluarga tertentu. Yang dia butuhkan adalah pengasuhan yang bisa diandalkan, penuh kasih, dan hadir secara emosional, dan itu bisa diberikan dalam bentuk keluarga mana pun. Anak yang punya kedua rumah, dua orang tua yang terlibat, dan jaringan luas orang-orang yang menyayanginya tidaklah kehilangan sesuatu yang esensial. Strukturnya berbeda dari struktur temannya. Hal yang sebenarnya penting, yaitu disayangi dengan rasa aman, sepenuhnya tersedia untuknya.

Jadi saat anakmu membandingkan, jawaban sebenarnya yang sedang kamu berikan, sebagian besar tanpa kata, adalah ya, kamu baik-baik saja, keluargamu baik-baik saja, kamu punya apa yang kamu butuhkan. Kamu memberi jawaban itu dengan tetap mantap, dengan memegang keluarganya sebagai sah, dengan hadir secara bisa diandalkan. Perbandingan itu muncul sepanjang tahun-tahun SD dan mereda seiring anak tumbuh ke dalam rasa yang tenang bahwa keluarganya sekadar keluarganya. Ketenanganmu di sepanjang perbandingan itulah yang membuatnya bisa reda.

Penutup

Anak yang menyadari bahwa keluarganya berbentuk berbeda dari keluarga seorang teman sedang melakukan perbandingan perkembangan yang normal, bukan menunjukkan kerusakan. Perbandingan itu bisa terasa perih, dan responsmu yang menentukan apakah anak menyimpan keluarganya dalam kategori berbeda atau dalam kategori kurang baik. Pegang keluarganya sebagai salah satu bentuk nyata yang bisa dipunyai sebuah keluarga, akui keinginan atau kesedihan di bawah perbandingan itu dengan jujur, termasuk bahwa ini tidak dipilihnya, dan jangan menjualnya berlebihan. Di bawah perbandingan itu ada pertanyaan apakah aku baik-baik saja, dan jawabannya, yang sebagian besar diberikan lewat ketenangan mantapmu selama bertahun-tahun, adalah ya.

Keluarganya berbeda. Dengan kamu memegangnya sebagai utuh dan sah, anakmu pun belajar memegangnya begitu juga.

Keluarganya salah satu bentuk yang bisa dipunyai sebuah keluarga. Ucapkan itu tanpa ragu, dan anakmu pun belajar mengucapkannya begitu juga.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.