Berbulan-bulan sebelum diagnosis
By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Berbulan-bulan sebelum diagnosis
Modul 16 · Kebutuhan khusus & neurodivergensi · Artikel 09 · Wave 3 · untuk semua usia
Sebelum ada sebuah nama, ada sebuah rasa. Ada sesuatu yang sedang terjadi pada anakmu. Sesuatu yang tidak bisa kamu tunjuk dengan tepat, tapi yang terus kamu perhatikan. Dia bergumul dengan cara yang tidak dialami teman-teman sebayanya, atau perkembangannya berbeda, atau dia kesulitan dengan hal-hal yang seharusnya lebih mudah, atau dia berperilaku dengan cara yang membingungkanmu. Kamu belum punya diagnosis. Kamu bahkan mungkin belum yakin ada sesuatu yang perlu didiagnosis. Yang kamu punya cuma rasa yang makin kuat bahwa sesuatu itu berbeda, dan banyak ketidakpastian soal apa artinya dan apa yang harus dilakukan.
Fase ini, berbulan-bulan sebelum diagnosis, punya kesulitannya sendiri, dan ia kurang mendapat perhatian dibanding diagnosisnya sendiri. Ia semacam masa menggantung yang penuh dengan ketidaktahuan, sering disertai kekhawatiran, keraguan diri, dan kadang ketidaksepakatan antara kedua rumah soal apakah memang ada sesuatu yang sedang terjadi. Tulisan ini untuk fase itu, dan ia tulisan yang lembut, karena ketidakpastian itu sendiri pun sudah melelahkan.
Yang paling sulit adalah ketidaktahuannya
Ada kesulitan khusus dalam fase sebelum diagnosis yang tidak dimiliki fase setelah diagnosis, sekalipun fase setelahnya punya tantangannya sendiri. Yaitu ketiadaan sebuah nama, sebuah penjelasan, sebuah kerangka. Setelah diagnosis, setidaknya kamu tahu apa yang sedang kamu hadapi dan bisa mulai belajar dan bertindak. Sebelumnya, kamu menavigasi di dalam kabut, memperhatikan banyak hal, khawatir, bertanya-tanya apakah kamu bereaksi berlebihan atau justru terlalu menyepelekan, tanpa apa pun yang kokoh untuk dipegang.
Ketidaktahuan ini melahirkan sekumpulan pengalaman sulit yang khas. Keraguan diri, apa aku cuma berimajinasi, apa aku terlalu paranoid, apa aku memang orang yang gampang khawatir. Kekhawatiran soal anak, tanpa rasa yang jelas soal apa sebenarnya yang dikhawatirkan. Semacam kewaspadaan, mengamati anak dengan saksama, mencatat hal-hal yang terasa tidak beres. Dan sering kali rasa bersalah, dari beberapa arah sekaligus, bersalah karena khawatir, bersalah karena tidak menyadarinya lebih awal, bersalah atas saat-saat yang kamu anggap sebagai kenakalan padahal mungkin sesuatu yang memang tidak bisa dikendalikan anak.
Membantu sekali kalau kita menamai bahwa fase ini memang betul-betul sulit, dan bahwa kesulitannya nyata, bukan tanda kamu bereaksi berlebihan. Ketidakpastian itu memang tidak nyaman justru karena ia ketidakpastian, dan kamu bukan gagal karena merasakannya begitu. Kebanyakan orang tua yang akhirnya menerima diagnosis melewati versi kabut ini lebih dulu, dan ketidaknyamanannya itu wajar, bukan kekurangan dalam dirimu.
Percayai apa yang kamu perhatikan, kejar pemeriksaannya
Sebuah prinsip yang berguna untuk fase ini: percayai apa yang kamu perhatikan secukupnya untuk mengejar sebuah pemeriksaan, tanpa melompat ke kesimpulan soal apa nanti jawabannya. Orang tua sering memperhatikan bahwa ada sesuatu yang berbeda pada anaknya jauh sebelum ada profesional yang mengonfirmasinya, karena orang tualah yang paling sering melihat anaknya, lebih dari siapa pun. Apa yang kamu perhatikan itu data yang berharga, layak ditindaklanjuti, bahkan saat kamu belum yakin.
Menindaklanjutinya berarti mengejar pemeriksaan profesional, bukan menyepelekan kekhawatiranmu, dan bukan pula mencoba mendiagnosis sendiri dari internet. Kalau kamu punya rasa yang terus-menerus bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi, langkah yang tepat adalah menyampaikannya kepada profesional yang sesuai, dokter anakmu, pihak sekolah, atau seorang spesialis, yang bisa memeriksanya dengan benar. Ini bukan membesar-besarkan, kamu tidak sedang memutuskan bahwa anakmu punya suatu kondisi, kamu sedang mencari kejelasan, dan ini juga bukan menyepelekan, kamu tidak sedang meyakinkan dirimu bahwa kamu cuma berimajinasi. Kamu menanggapi apa yang kamu perhatikan dengan cukup serius sampai memintanya diperiksa oleh seseorang yang memang berkualifikasi untuk tahu.
Proses pemeriksaannya sendiri bisa makan waktu, kadang lama sampai bikin frustrasi, dengan daftar antre, banyak janji temu, dan beberapa tahap. Di Indonesia, jalannya sering bermula dari dokter anak atau Puskesmas, yang bisa merujuk anakmu ke layanan tumbuh kembang anak di rumah sakit, atau ke psikolog dan dokter spesialis tumbuh kembang. Daftar antre di layanan publik bisa panjang, dan menunggu berbulan-bulan memang sering terjadi. Ini memperpanjang masa menggantung itu, yang memang berat. Tapi memulai prosesnya adalah hal yang pada akhirnya membawamu keluar dari kabut, entah menuju diagnosis yang menjelaskan banyak hal, entah menuju kelegaan bahwa apa yang kamu perhatikan ternyata bukan yang kamu takutkan. Kedua hasil itu lebih baik daripada terus berada dalam ketidakpastian tanpa ujung.
Tulisan penutup di modul perilaku, soal membaca perilaku anak sebagai informasi, jadi teman yang berguna di sini, karena banyak dari apa yang diperhatikan orang tua dalam fase sebelum diagnosis adalah perilaku yang tidak masuk akal, dan belajar membacanya sebagai komunikasi, sambil mengejar pemeriksaan, membantumu menopang anak sementara itu.
Mengejarnya di kedua rumah
Dalam keluarga yang berpisah, dengan anak yang hidup di kedua rumah, fase sebelum diagnosis punya satu lapisan tambahan yang merumitkan: kedua orang tua mungkin tidak melihat hal yang sama, atau mungkin tidak sepakat bahwa ada sesuatu yang perlu dikejar. Salah satu orang tua, sering kali yang lebih dulu memperhatikan, ingin mencari pemeriksaan; yang satu lagi tidak melihat masalahnya, atau menganggap orang tua yang khawatir itu bereaksi berlebihan, atau menolak gagasan untuk melabeli anak.
Ini adalah versi sebelum diagnosis dari ketidaksepakatan yang dibahas di tulisan khusus tentang ketidakterterimaan, dan banyak hal yang sama berlaku di sini. Ketidaksepakatan itu sering berakar pada duka atau ketakutan, atau sekadar pada kedua orang tua yang melihat irisan kehidupan anak yang berbeda. Ia jarang selesai lewat perdebatan. Yang membantu adalah mengejar pemeriksaan melalui kewenangan mengambil keputusan yang kamu miliki, berbagi pengamatan tanpa memaksakan kesepakatan, dan membiarkan pemeriksaan profesional, bukan pendapat para orang tua, yang menjadi hal yang menjernihkan apakah ada sesuatu yang perlu ditangani. Temuan seorang profesional sering kali menggerakkan orang tua yang masih ragu dengan cara yang tidak bisa dicapai oleh desakan Co-Parent yang khawatir.
Saat kedua rumah melihat hal yang berbeda, perbedaan itu sendiri justru informasi yang berguna untuk sebuah pemeriksaan, karena seorang anak bisa tampil berbeda di lingkungan yang berbeda, dan pemeriksaan yang baik memperhitungkan pengamatan dari kedua rumah. Alih-alih perbedaan persepsi antara kedua rumah jadi semata sumber konflik, ia bisa menjadi dua titik data yang berharga tentang anak, keduanya layak dibawa kepada profesional yang menjalankan pemeriksaan.
Menopang anak sebelum kamu tahu
Sebuah poin penting untuk fase ini: kamu tidak harus menunggu diagnosis untuk mulai menopang anakmu. Sementara proses pemeriksaan berjalan, kamu sudah bisa menanggapi kebutuhan nyata anakmu sebagaimana kamu mengamatinya, terlepas dari apakah sudah ada namanya atau belum.
Kalau anakmu sedang bergumul dengan sesuatu, kamu bisa menopangnya sekarang. Kalau dia kesulitan dengan hal-hal tertentu, kamu bisa menyesuaikannya sekarang. Kalau membaca perilakunya sebagai komunikasi memberitahumu bahwa dia kewalahan atau cemas atau sedang bergumul, kamu bisa menanggapi itu sekarang. Diagnosis, kapan pun dan kalau memang datang, akan mempertajam dan memperjelas cara kamu menopangnya, tapi sikap dasar berupa memperhatikan apa yang dibutuhkan anakmu lalu memenuhinya itu tidak memerlukan label. Dukungan yang baik untuk anak yang sedang bergumul tetaplah dukungan yang baik, ada namanya atau tidak.
Ini juga melindungi anak sepanjang masa menggantung itu. Anak yang sedang bergumul sebelum diagnosis mendapat manfaat dari orang tua yang menanggapi kebutuhannya dengan sabar dan dukungan, bukan orang tua yang membeku dalam penantian, atau yang lebih buruk, yang memperlakukan kesulitan yang belum terjelaskan itu sebagai kenakalan yang harus dihukum. Menopang anak sebagaimana dirinya, sekarang, sementara pemeriksaan menjernihkan gambarannya, jauh lebih lembut sekaligus lebih efektif daripada menunggu kepastian dulu baru menanggapi.
Dan membantu juga kalau kita menjaga kehidupan anak tetap sebiasa dan sebaik mungkin sepanjang fase ini, jangan biarkan kekhawatiran dan proses pemeriksaan menguasai segalanya. Anakmu tetaplah seorang anak dengan hidup yang harus dijalani, dan melindungi pengalaman-pengalaman baiknya yang biasa, sementara orang dewasa menavigasi ketidakpastian, itu penting.
Penutup
Berbulan-bulan sebelum diagnosis adalah fase sulit tersendiri, masa menggantung penuh ketidaktahuan yang ditandai keraguan diri, kekhawatiran, dan rasa bersalah, dan kesulitannya nyata, bukan tanda kamu bereaksi berlebihan. Percayai apa yang kamu perhatikan secukupnya untuk mengejar pemeriksaan profesional, tanpa melompat ke kesimpulan, karena orang tua sering melihat apa yang berbeda sebelum profesional mengonfirmasinya dan pemeriksaan itulah jalan keluar dari kabut. Di kedua rumah, di mana para orang tua mungkin melihat atau menerima hal yang berbeda, kejarlah pemeriksaan lewat kewenangan mengambil keputusan yang kamu punya, dan biarkan temuan profesional menjernihkan apa yang tidak mampu dijernihkan oleh pendapat para orang tua, perlakukan perbedaan pengamatan antara kedua rumah sebagai data yang berguna. Dan yang paling penting, kamu tidak harus menunggu diagnosis untuk menopang anakmu; tanggapi kebutuhan nyatanya sekarang, yang lebih lembut sekaligus lebih efektif daripada menunggu kepastian.
Kamu belum punya sebuah nama, dan ketidaktahuannya memang berat. Percayai apa yang sedang kamu perhatikan, mintalah ia diperiksa dengan benar, dan topang anakmu sebagaimana dirinya sementara itu, yang bisa kamu lakukan tanpa menunggu kabutnya menghilang.
Kamu tidak butuh sebuah nama untuk mulai membantu anakmu. Percayai apa yang kamu perhatikan, mintalah ia diperiksa, dan penuhi kebutuhan anakmu sekarang, sementara gambarannya perlahan menjadi jelas.
Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.