dip
Belikan Kopi
Modul 14 · Kehidupan emosi anak Anda

Reaksi peringatan

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Semua usia6 menit baca
Reaksi peringatan

Reaksi peringatan

Modul 14 · Kehidupan emosi anakmu · Artikel 08 · Wave 3 · untuk semua usia


Hari Selasa, di minggu yang sama saat hal itu terjadi tahun lalu, dan tiba-tiba anakmu seperti bukan dirinya. Lebih mudah menangis, atau lebih gampang tersinggung, atau lebih lengket, atau lebih pendiam, tanpa ada yang jelas yang bisa menjelaskannya. Tidak ada apa-apa yang terjadi hari ini. Sekolah baik-baik saja. Tapi di hadapanmu ada seorang anak yang seperti sedang memikul sesuatu yang tidak bisa dia namai, di hari yang dari luar tampak biasa-biasa saja.

Mungkin kamu pun sedang memikulnya, dan justru begitulah sebagian dari cara kamu mengenalinya. Ada bagian dalam dirimu yang mencatat ini minggu apa, musim apa, seperti apa cahayanya terakhir kali semuanya berubah. Tubuh mengingat tanggal-tanggal yang sudah disingkirkan oleh pikiran. Tubuh anak-anak melakukan hal yang sama, sering kali lebih kuat lagi, dan sering tanpa anak itu punya bayangan kenapa dia merasa seperti yang dia rasakan.

Artikel ini soal reaksi peringatan, cara duka muncul kembali di sekitar tanggal dan musim yang terkait dengan sebuah kehilangan. Ini artikel yang lembut. Kalau kamu sedang membacanya tepat di salah satu hari seperti itu, tidak apa-apa kalau kamu meletakkannya dulu dan kembali nanti. Hari itu akan berlalu, dan artikel ini akan tetap di sini.

Apa itu reaksi peringatan

Duka itu tidak berjalan lurus, dan tidak selesai sesuai jadwal. Bahkan anak yang sebagian besarnya sudah nyaman dengan bentuk baru keluarganya bisa didatangi lagi oleh satu gelombang duka yang asli di sekitar waktu-waktu dalam setahun yang terhubung dengannya. Minggu seorang orang tua pindah keluar. Musim saat perpisahan itu terjadi. Hari ulang tahun yang dulu terasa satu rupa dan kini terasa rupa yang lain. Hari pertama tahun ajaran, kalau memang saat itulah semuanya bergeser. Bagi banyak keluarga, hari raya bisa jadi penandanya yang paling kuat, Lebaran, Natal, Imlek, Nyepi, karena hari raya biasanya jatuh dekat dengan tanggal perpisahan, dan rumah yang dulunya berkumpul kini terasa berbeda.

Reaksi itu sering datang tanpa anak menghubungkannya dengan tanggal. Dia tidak berpikir sudah setahun sejak Ayah pergi, makanya aku sedih. Dia cuma merasa sedih, atau marah, atau gelisah, dan dia tidak tahu kenapa. Khususnya untuk anak yang lebih kecil, tubuh menyimpan ingatan tentang sebuah musim, tekstur indrawi sebuah masa dalam setahun, di bawah taraf pikiran sadar. Perasaannya naik ke permukaan; alasannya tetap terkubur.

Ini normal. Bukan satu kemunduran, bukan tanda anak itu tidak sanggup, bukan bukti bahwa ada yang tidak beres. Begitulah cara kerja duka, pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Pemahaman klinis soal duka justru menenangkan di sini. Gelombang yang muncul kembali ini adalah bagian dari pemrosesan yang sehat, bukan kegagalannya. Anak yang mengalami reaksi peringatan adalah anak yang sistemnya sedang melakukan persis apa yang dilakukan oleh sistem yang sedang berduka.

Mengenalinya

Karena anak biasanya tidak bisa menamainya, tugas mengenalinya sering jatuh ke tanganmu. Ada beberapa sinyal yang menunjuk ke arah reaksi peringatan, bukan sekadar hari buruk yang biasa.

Waktunya terhubung dengan sesuatu, walaupun anak tidak membuat kaitan itu. Musimnya, tanggalnya, masa dalam setahun yang berpadanan dengan kehilangan atau perubahan besar. Saat satu gelombang kesedihan datang di sekitar salah satu waktu itu tanpa pemicu yang jelas di masa kini, kalender memang layak dilirik sebentar dengan tenang.

Perasaannya tampak lebih besar daripada penyebab yang kelihatan. Kekecewaan kecil memicu keruntuhan yang besar. Frustrasi ringan berbelok jadi kesedihan yang sungguhan. Intensitasnya tidak sebanding dengan alasan yang terlihat, karena alasan yang terlihat memang bukan alasan yang sebenarnya. Yang sebenarnya ada di bawah, melekat pada tanggal itu.

Sering kali ia menggemakan cara dia berduka untuk pertama kalinya. Anak-anak cenderung punya bentuk khas dalam dukanya, dan reaksi peringatan sering menengok kembali bentuk itu. Anak yang dulu jadi diam dan menarik diri akan kembali diam. Anak yang dulu jadi marah dan sulit terkendali akan melakukannya lagi. Mengenali gema dari duka mereka yang pertama bisa membantumu menempatkan apa yang sedang kamu lihat.

Kamu tidak akan selalu yakin, dan kamu memang tidak perlu yakin. Responsnya sebagian besar sama, entah ini benar-benar reaksi peringatan atau bukan, karena responsnya cuma satu, yaitu memberi ruang bagi anak yang sedang melewati masa yang sulit.

Memberi ruang tanpa menamainya untuk dia

Naluri, begitu kamu menangkap apa yang mungkin sedang terjadi, sering kali adalah menjelaskannya kepada anak. Bunda rasa kamu merasa begini karena ini sekitar waktu Ayah pindah keluar. Kadang, dengan anak yang lebih besar, versi lembut dari penamaan itu bisa membantu. Sering, terutama dengan anak yang lebih kecil, penamaan itu memberi lebih dari yang bisa dipakai anak, menyodorkan kerangka yang tidak dia minta dan mungkin membangkitkan kaitan yang tadinya tidak dia buat secara sadar.

Sebagian besarnya, langkah yang lebih baik justru yang lebih sunyi. Kamu tidak perlu menamai peringatan itu untuk bisa memberi ruang bagi perasaannya. Kamu cukup jadi lebih hadir, lebih sabar, lebih lembut, di hari saat anakmu sedang memikul sesuatu. Kamu bisa sedikit melonggarkan tuntutan. Kamu bisa menawarkan lebih banyak kedekatan tanpa menuntut anak menjelaskan kenapa dia membutuhkannya.

Kalau anak memang menggapai perasaan itu, kamu menyambutnya. Kamu kelihatan sedih hari ini. Nggak apa-apa, ya. Bunda di sini. Kamu tidak mendesak alasan yang mungkin tidak dia punya. Kamu tidak mencoba membujuknya keluar dari perasaan itu atau memperbaikinya. Kamu membiarkan perasaannya hadir, dengan kamu di dekatnya, dan itulah keseluruhan dari apa yang dimaksud memberi ruang. Duka bergerak melewatinya dengan lebih mudah saat ia dibiarkan dirasakan dengan orang tua yang tenang di dekatnya, dibanding saat ia dianalisis, dijelaskan, atau diburu-buru.

Untuk anak yang lebih besar yang sanggup memegang lebih banyak, penamaan yang ringan kadang bisa membuka satu pintu. Masa seperti ini dalam setahun memang bisa mengaduk-aduk perasaan. Buat Bunda juga, sedikit. Diucapkan dengan lembut, tanpa tekanan untuk menanggapi, ia memberi anak izin untuk menghubungkan perasaannya dengan musim itu kalau memang itu berguna baginya, dan untuk membiarkannya kalau tidak. Kamu sedang menawarkan pintunya, bukan mendorongnya masuk.

Ia berulang, dan ia melembut

Bagian yang sulit dari reaksi peringatan adalah ia berulang. Ia bukan satu peristiwa yang kamu lalui sekali lalu selesai. Musim berputar datang setiap tahun, dan selama beberapa tahun, tanggal-tanggal yang terkait dengan kehilangan itu mungkin masih membawa muatan. Seorang anak bisa mengalami reaksi peringatan di usia lima tahun, lalu lagi di usia enam tahun, lalu lagi di usia tujuh tahun, di sekitar waktu yang sama dalam setahun.

Tapi ia melembut. Reaksi-reaksi itu cenderung kehilangan intensitasnya seiring tahun-tahun berlalu, saat kehilangan itu berangsur menyatu, saat bentuk baru keluarga itu menjadi sekadar bentuk keluarga, saat duka yang asli mengerjakan tugas lambatnya untuk mengendap. Gelombang yang membuat anak rebah rata di tahun pertama menjadi riak kecil di tahun ketiga, dan tarikan samar di tahun kelima. Tanggal itu tidak pernah benar-benar kehilangan maknanya, sebagaimana tanggal-tanggal penting tidak pernah benar-benar kehilangan makna bagi siapa pun di antara kita, tapi ia berhenti membawa muatan yang tajam itu.

Mengetahui ini membantumu memegang pengulangan itu tanpa cemas. Saat musim yang sama datang lagi dan anakmu kembali meredup, itu bukan tanda dia belum pulih. Itu gema yang biasa, yang berulang, yang melembut, dari sebuah kehilangan yang nyata, dan kehadiranmu yang tetap di sepanjang waktu itu, tahun demi tahun, adalah bagian dari apa yang membuatnya terus melembut.

Penutup

Reaksi peringatan adalah duka yang muncul kembali di sekitar tanggal dan musim yang terkait dengan sebuah kehilangan, sering tanpa anak tahu kenapa dia merasakan apa yang dia rasakan. Ia normal, bukan satu kemunduran, dan tubuh mengingat apa yang sudah disingkirkan oleh pikiran. Mengenali polanya biasanya jatuh ke tanganmu, dan responsnya kebanyakan adalah memberi ruang dengan sunyi, lebih hadir dan lebih lembut, tanpa memaksakan nama pada perasaan yang belum bisa dijelaskan anak. Reaksi-reaksi itu berulang sepanjang tahun, dan ia melembut, dan kehadiranmu yang tetap di sepanjang waktu itu adalah bagian dari pelembutan itu.

Di hari saat anakmu memikul sesuatu yang tidak bisa dia namai, kamu tidak harus menamainya untuknya. Kamu cuma perlu ada di sana sementara hal itu berlalu.

Tubuh mengingat apa yang ditandai kalender. Di hari-hari seperti itu, anakmu tidak butuh kamu menjelaskan cuacanya. Dia butuh kamu duduk bersamanya di dalamnya.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.