dip
Belikan Kopi
Modul 17 · Saat orang tua yang lain sedang berjuang

Kapan harus mencari bantuan profesional

By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Semua usia7 menit baca
Kapan harus mencari bantuan profesional

Kapan harus mencari bantuan profesional

Modul 17 · Saat Co-Parent sedang tidak baik-baik saja · Artikel 10 · Wave 3 · untuk semua usia


Ada satu titik dalam banyak situasi yang dibahas modul ini, di mana jawaban yang jujur adalah bahwa seorang orang tua tidak seharusnya menanganinya sendirian, dan langkah berikutnya yang tepat adalah bantuan profesional. Tapi profesional yang mana, untuk apa, dan kapan? Lanskapnya bisa membingungkan. Psikolog, pengacara keluarga, mediator, lembaga perlindungan anak, dan orang tua yang sedang kewalahan sering tidak tahu pintu mana yang harus diketuk, atau apakah mengetuk salah satu pintu itu justru reaksi yang berlebihan.

Tulisan ini adalah sebuah peta. Ia memaparkan jenis-jenis utama bantuan profesional yang tersedia saat seorang Co-Parent tidak bisa diandalkan, menghilang, sakit, atau tidak aman, dan kapan masing-masing adalah pilihan yang tepat. Ia tidak akan memberikan nasihat hukum atau perincian khusus per negara, sebab hal-hal itu bergantung pada di mana kamu berada, dan versi terjemahannya memuat layanan-layanan setempat. Tapi ia bisa membantumu memahami kategori bantuan yang ada dan mencocokkannya dengan situasimu.

Kalau kamu sendiri tidak aman dalam hubunganmu, atau kalau kamu khawatir akan keselamatan seorang anak, artikel ini bukan tempat yang tepat untuk memulai. Layanan SAPA 129 dari Kementerian PPPA bisa mendampingimu (telepon 129, WhatsApp 08111-129-129). Selebihnya isi pustaka ini akan tetap ada di sini saat kamu sudah siap.

Mencari bantuan itu melindungi, bukan kegagalan

Sebelum melihat petanya, ada satu pembingkaian ulang dulu, karena banyak orang tua ragu mencari bantuan akibat perasaan bahwa itu sebuah kegagalan, sebuah eskalasi, atau reaksi yang berlebihan. Bukan satu pun dari semua itu. Mencari bantuan profesional yang sesuai saat sebuah situasi memang membutuhkannya adalah tanda pengasuhan yang baik, bukan pengasuhan yang gagal. Itu melindungi, bukan menyerang. Dan mendapatkan bantuan sejak dini, sebelum sebuah situasi memburuk, biasanya lebih bijak daripada menunggu sampai jadi krisis.

Orang tua yang paling kesulitan sering kali justru mereka yang berusaha memikul situasi yang mustahil seorang diri terlalu lama, karena gengsi, ketakutan, atau perasaan bahwa mereka seharusnya bisa mengatasinya. Situasi-situasi dalam modul ini, seperti Co-Parent yang sangat tidak bisa diandalkan, kecanduan, gangguan jiwa, dugaan pengasingan, kekhawatiran soal keselamatan, memang melampaui apa yang bisa atau seharusnya ditangani seorang orang tua sendirian, dan menjangkau bantuan profesional yang tepat itulah respons yang kuat dan bijak, bukan yang lemah. Pegang ini saat kamu membaca petanya: mengetuk pintu yang tepat adalah sesuatu yang layak kamu syukuri, bukan kamu sesali.

Jalur terapeutik

Kategori pertama dan paling luas adalah bantuan terapeutik, untuk anak, untuk kamu, atau untuk hubungan co-parenting.

Seorang psikolog untuk anak bisa membantu anak yang sedang bergulat dengan dampak Co-Parent yang sulit, kesedihan karena orang tua yang tidak bisa diandalkan atau menghilang, beban karena kecanduan atau penyakit orang tua, serta ikatan kesetiaan dan kebingungan yang menyertainya. Anak yang memikul beban-beban seperti ini sering kali terbantu oleh ruang profesional untuk memprosesnya, terpisah dari kedua orang tua. Ini tepat dilakukan setiap kali seorang anak memang kesulitan dalam taraf yang melampaui apa yang bisa diselesaikan oleh dukunganmu saja. Di Indonesia, kamu bisa memulai lewat Puskesmas terdekat atau psikolog anak, baik di layanan kesehatan jiwa Puskesmas maupun di praktik swasta.

Seorang psikolog atau konselor untuk kamu mendampingi orang tua yang sedang memikul situasi sulit, kelelahan itu, kemarahan itu, kesedihan itu, tekanan dari co-parenting dengan seseorang yang tidak bisa diandalkan atau sedang sakit. Inilah sisi "untuk kamu" dari pekerjaan ini yang dibuat nyata, dan ini tepat dilakukan kapan pun beban itu mulai menggerogotimu, yang dalam situasi-situasi seperti ini memang umum terjadi. Bantuan untuk dirimu sendiri membantumu tetap menjadi orang tua yang stabil, yang dibutuhkan anakmu. Di Indonesia, pintu masuk pertama biasanya dokter keluarga atau Puskesmas, yang bisa menilai kondisimu dan merujukmu ke psikolog atau psikiater bila perlu. Layanan ini juga tercakup dalam BPJS Kesehatan.

Seorang terapis keluarga atau profesional yang berpengalaman dengan dinamika co-parenting bisa membantu menangani kerumitan relasi dan situasi, termasuk menilai hal-hal yang tidak bisa dilihat secara objektif oleh seorang orang tua sendiri, seperti dinamika di seputar dugaan pengasingan atau hubungan anak yang bermasalah dengan salah satu orang tua. Ini tepat dilakukan saat kerumitan situasinya melampaui kemampuanmu untuk memahami atau mengelolanya sendiri, sesuatu yang sama-sama diarahkan oleh artikel tentang pengasingan maupun tentang pulang yang tidak tenang.

Jalur terapeutik adalah pilihan yang tepat untuk pekerjaan yang luas dan berkelanjutan dalam membantu seorang anak dan seorang orang tua menghadapi situasi yang sulit, dan ia sudah pantas dijangkau jauh lebih awal daripada yang dilakukan banyak orang tua. Kamu tidak perlu krisis untuk membenarkan bantuan terapeutik; ketegangan yang berlangsung terus saja sudah cukup menjadi alasan.

Jalur hukum dan mediasi

Kategori kedua menangani struktur dan aturan dari pengaturan co-parenting itu sendiri, saat hal-hal itu perlu diubah atau ditegakkan.

Mediasi, yang dibahas oleh modul tersendiri, membantu dua orang tua yang sedang berselisih tapi masih bisa, dengan bantuan, berunding dan mencapai kesepakatan yang bisa dijalankan atas hal-hal yang dipersoalkan. Ini tepat saat ada perbedaan pendapat yang nyata untuk diselesaikan dan kedua belah pihak bisa terlibat dengan iktikad baik, dan secara umum ini langkah awal yang tidak terlalu berseberangan dan lebih hemat biaya dibanding jalur hukum. Di Indonesia, mediasi bahkan menjadi tahap wajib dalam perkara perceraian di pengadilan, sesuai PERMA No. 1 Tahun 2016, sebelum perkara dilanjutkan, baik di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama.

Seorang pengacara keluarga menjadi pilihan yang tepat saat situasinya membutuhkan struktur atau perlindungan hukum yang tidak bisa diberikan oleh mediasi, saat pengaturan perlu diformalkan atau diubah secara hukum, saat salah satu orang tua tidak mau terlibat dalam mediasi, saat kesejahteraan anak membutuhkan perlindungan hukum, atau saat kamu memang belum tahu hak dan kewajibanmu dan perlu mengetahuinya. Bagian-bagian dalam modul mediasi tentang kapan pengacara perlu dilibatkan dan kapan mediasi tidak lagi cukup membahas ambang ini lebih rinci. Berkonsultasi dengan pengacara tidak selalu merupakan tindakan menyerang; kadang itu sekadar memperjelas posisimu dan perlindungan apa yang tersedia, yang merupakan informasi yang masuk akal untuk kamu miliki.

Jalur hukum dan mediasi adalah pilihan yang tepat saat persoalannya bersifat struktural, yaitu pengaturannya sendiri, aturannya, penegakannya, dan bukan terutama bersifat emosional atau terapeutik. Sering kali kedua jalur ini berjalan bersamaan: bantuan terapeutik untuk orang-orangnya, bantuan struktural untuk pengaturannya.

Jalur perlindungan anak

Kategori ketiga adalah yang paling serius dan paling penting untuk dipahami dengan jelas: perlindungan anak, untuk situasi di mana keselamatan seorang anak benar-benar terancam.

Saat ada kekhawatiran nyata terhadap keselamatan fisik atau psikis seorang anak, seperti kekerasan, penelantaran serius, atau bahaya dalam pengasuhan salah satu orang tua, hal itu pergi ke lembaga perlindungan anak dan, bila perlu, polisi, bukan ke proses bantu diri, bukan ke psikolog saja, dan bukan ke penyelidikan yang dilakukan orang tua sendiri. Inilah batas keselamatan yang berulang kali ditegaskan modul ini: keselamatan seorang anak bukan urusan yang bisa ditangani sendiri, dan profesional yang memang ada untuk itu adalah satu-satunya sumber yang tepat dan memadai. Dokter keluargamu sering menjadi titik kontak pertama yang baik, karena mereka bisa menilai kondisi anak dan terikat kewajiban untuk menindaklanjuti kekhawatiran soal keselamatan serta bisa mengarahkanmu ke layanan yang tepat. Di Indonesia, kamu juga bisa menghubungi Layanan SAPA 129 dari Kementerian PPPA (telepon 129, WhatsApp 08111-129-129) atau UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) di tingkat kabupaten atau kota. Untuk pengaduan terkait hak anak, ada juga KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).

Menjangkau perlindungan anak bisa terasa sangat besar, menakutkan, dan menentukan, dan orang tua kadang ragu karena takut akan akibatnya atau bimbang apakah memang diperlukan. Tapi saat keselamatan seorang anak benar-benar terancam, inilah justru sumber yang memang ada untuk itu, dan menggunakannya adalah tindakan yang melindungi. Kalau kamu tidak yakin apakah sebuah kekhawatiran sudah mencapai tingkat ini, ketidakpastian itu sendiri sudah menjadi alasan yang baik untuk berkonsultasi dengan seorang profesional, dokter keluargamu atau layanan perlindungan anak, yang bisa membantumu memahami apakah dan bagaimana harus bertindak. Kamu tidak harus merasa yakin dulu untuk mencari panduan.

Jalur perlindungan anak adalah pilihan yang tepat setiap kali keselamatan nyata seorang anak dipertanyakan, dan jalur ini mengesampingkan pendekatan-pendekatan yang lebih lembut dan menjaga hubungan yang dibahas di bagian lain modul ini, karena keselamatan datang sebelum segalanya.

Penutup

Saat seorang Co-Parent tidak bisa diandalkan, menghilang, sakit, atau tidak aman, sering kali ada satu titik di mana menanganinya sendirian sudah tidak tepat lagi, dan mencari bantuan profesional itu melindungi dan bijak, bukan sebuah kegagalan atau reaksi yang berlebihan. Jalur terapeutik, untuk anak, untuk kamu, atau untuk dinamika co-parenting, adalah bantuan luas yang berkelanjutan untuk bertahan menghadapinya, dan pantas dijangkau jauh lebih awal daripada yang dilakukan banyak orang tua. Jalur hukum dan mediasi menangani struktur dari pengaturannya sendiri, saat aturannya perlu diubah atau ditegakkan. Dan jalur perlindungan anak adalah untuk situasi di mana keselamatan seorang anak benar-benar terancam, yang pergi ke profesional dan pihak berwenang, bukan ke proses bantu diri, karena keselamatan datang sebelum segalanya. Saat kamu tidak yakin pintu mana yang harus diketuk, seorang profesional bisa membantumu menemukan yang tepat.

Kamu tidak harus memikul situasi-situasi ini sendirian, dan menjangkau bantuan profesional yang tepat adalah salah satu hal terkuat yang bisa kamu lakukan untuk anakmu. Cocokkan bantuan dengan kebutuhan, ketuk pintu yang tepat lebih awal daripada terlambat, dan biarkan orang-orang yang terlatih untuk situasi-situasi ini ikut membantumu memikulnya.

Mencari bantuan itu melindungi, bukan kegagalan. Cocokkan jalurnya dengan kebutuhan, terapeutik untuk bertahan, hukum untuk pengaturan, perlindungan anak untuk keselamatan, dan ketuk pintunya lebih awal daripada memikul yang mustahil sendirian.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.