Orang tua yang menghilang
By the dip team · Clinical consultant: Pauline Sam, MD ·

Orang tua yang menghilang
Modul 17 · Saat Co-Parent tidak baik-baik saja · Artikel 05 · Wave 3 · untuk semua usia
Kadang masalahnya bukan akhir pekan yang dibatalkan atau pola yang tidak bisa diandalkan. Kadang orang tua itu benar-benar menghilang. Berminggu-minggu tanpa kabar. Tidak ada telepon, tidak ada kunjungan, tidak ada sepatah kata pun. Anakmu bertanya di mana mereka, dan kamu tidak punya jawaban, atau setidaknya bukan jawaban yang bisa kamu berikan. Ini versi yang berbeda, dan dalam beberapa hal lebih sulit, dibandingkan orang tua yang tidak bisa diandalkan, yaitu orang tua yang lenyap untuk waktu yang lama, meninggalkanmu memegang kebingungan dan duka anakmu tentang sebuah ketiadaan yang tidak bisa kamu jelaskan dan bukan kamu yang memilihnya.
Tulisan ini tentang orang tua yang menghilang dan, terutama, tentang percakapan yang menyertainya, pertanyaan di mana Ayah, di mana Bunda yang tidak punya jawaban yang baik. Ini topik yang lembut, karena ada duka yang nyata di sini bagi seorang anak, dan tugasmu adalah membantunya memikul itu padahal kamu tidak bisa memperbaiki hal yang menyebabkannya.
Kalau kamu sendiri tidak aman dalam hubunganmu, atau kamu khawatir tentang keselamatan anakmu, artikel ini bukan tempat yang tepat untuk memulai. Layanan SAPA 129 dari KemenPPPA bisa mendampingimu (telepon 129, WhatsApp 08111-129-129). Sisa perpustakaan ini akan tetap ada saat kamu sudah siap.
Kepedihan khas dari sebuah kehilangan
Orang tua yang menghilang selama berminggu-minggu menciptakan satu jenis penderitaan yang khusus bagi seorang anak, berbeda dari akhir pekan yang dibatalkan. Akhir pekan yang dibatalkan itu sebuah kekecewaan; menghilang itu lebih dekat dengan sebuah kedukaan kecil yang berulang, hanya saja tanpa kepastian akhir atau kejelasan yang akan membuat anak bisa berduka dengan tuntas. Orang tua itu sudah pergi, tapi mungkin akan kembali. Anakmu tertinggal dalam keadaan menggantung, tidak memiliki orang tuanya, tapi juga tidak bisa benar-benar melepaskannya, menunggu sebuah kepulangan yang mungkin datang, mungkin juga tidak.
Keadaan menggantung ini berat bagi seorang anak. Dia mungkin terombang-ambing antara harapan dan keputusasaan. Dia mungkin menyusun penjelasannya sendiri, yang biasanya menyalahkan dirinya, karena logika seorang anak sering menyimpulkan bahwa orang tuanya pergi karena ada sesuatu pada dirinya. Dia mungkin menunjukkan ketiadaan itu lewat perilakunya, bukan lewat kata-katanya, entah menarik diri atau bertingkah, seperti yang dibahas di modul soal perilaku. Dan dia memikul duka yang tidak punya tempat bersih untuk mendarat, karena kehilangan itu tidak cukup pasti untuk diratapi, dan tidak cukup tuntas untuk dilewati.
Menyebut ini dengan jujur itu penting, karena seorang orang tua mungkin tergoda untuk mengecilkan kehilangan itu, untuk bersikap seolah ini bukan masalah besar, untuk mengisi ruang itu sepenuhnya sampai duka anak tentang orang tua yang tidak ada tidak punya tempat. Tapi duka anakmu itu nyata dan butuh diakui, bahkan, terutama, saat kamu tidak bisa memperbaiki penyebabnya. Membantu anak berduka untuk orang tua yang tidak ada itu bagian dari apa yang bisa kamu lakukan, walaupun kamu tidak bisa membuat orang tua itu pulang.
Percakapan di mana Ayah
Momen yang paling sulit adalah pertanyaannya. Di mana Ayah? Kapan dia balik? Kenapa dia nggak nelepon? Dan kamu, sambil memegang kemarahan dan dukamu sendiri dan tidak tahu sendiri jawabannya, harus mengatakan sesuatu.
Prinsipnya adalah kejujuran dalam batas yang sesuai dengan usia, tanpa janji palsu dan tanpa hujatan. Kamu tidak berpura-pura tahu hal yang tidak kamu ketahui. Kamu tidak menjanjikan kepulangan yang tidak bisa kamu jamin. Kamu tidak menjelek-jelekkan orang tua yang tidak ada itu. Dan kamu menambatkan anakmu pada kehadiranmu sendiri yang teguh, dan pada cintamu.
Saat kamu memang tidak tahu di mana mereka atau kapan mereka akan kembali, kejujuran termasuk mengakui hal itu. Bunda nggak tahu Ayah di mana sekarang, atau kapan dia akan menghubungi kita. Bunda berharap Bunda punya jawaban yang lebih baik buat kamu. Bunda tahu rasanya berat banget nggak tahu kayak gini. Ini sulit diucapkan, karena tidak memberi anakmu penyelesaian apa pun, tapi ini lebih baik daripada kepastian palsu yang nantinya hancur. Anak yang diberi tahu bahwa orang tuanya pasti akan segera kembali, lalu ternyata tidak, terluka dua kali, sekali oleh ketiadaan itu dan sekali lagi oleh jaminan yang patah.
Kamu menyambut perasaan yang ada di bawah pertanyaan itu. Pertanyaan di mana Ayah biasanya membawa duka, ketakutan, dan sering kali rasa menyalahkan diri sendiri, dan hal-hal itulah yang perlu ditanggapi. Nggak apa-apa kalau kamu kangen dia. Nggak apa-apa kalau kamu sedih atau marah karena dia nggak ada di sini. Dan Bunda mau kamu tahu satu hal yang penting banget: ini bukan karena sesuatu yang kamu lakukan. Ini bukan salah kamu, dan ini bukan tentang kamu. Masalah orang dewasa yang bikin dia pergi, bukan apa pun yang berhubungan dengan kamu. Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan di mana itu dengan baik, tapi kamu bisa menjawab ketakutan yang ada di bawahnya, yaitu bahwa si anak sendiri yang menyebabkannya, yang sering kali justru menjadi hal yang lebih penting untuk ditanggapi.
Dan kamu menambatkan dia pada dirimu. Di mana pun Ayah berada, Bunda ada di sini, dan Bunda nggak ke mana-mana. Kamu aman, dan kamu disayang. Orang tua yang menghilang mengguncang keyakinan anak akan kelanggengan orang tua, dan kehadiranmu yang teguh dan bisa diandalkan adalah penyeimbangnya. Kamu tidak bisa bicara mewakili orang tua yang tidak ada itu, tapi kamu sendiri bisa hadir dengan jelas, tanpa keraguan.
Tidak menjanjikan kepulangan yang tidak bisa kamu jamin
Dorongan yang paling kuat, saat berhadapan dengan anak yang berduka, adalah berjanji bahwa orang tua itu akan kembali, karena itu akan menenangkan anak pada saat itu. Inilah jebakan yang paling perlu dihindari dengan hati-hati, karena kamu tidak mengendalikan apakah orang tua itu kembali atau tidak, dan janji yang tidak bisa kamu tepati menyiapkan anak untuk terluka lagi dan untuk kehilangan kepercayaan pada kata-katamu.
Alih-alih menjanjikan kepulangan, kamu tetap jujur tentang ketidakpastian sambil memegang harapan anak dengan lembut. Kamu tidak menghancurkan harapan, karena memberi tahu seorang anak bahwa orang tuanya sudah pergi selamanya padahal kamu sendiri tidak tahu itu adalah kemudaratan tersendiri, tapi kamu juga tidak mengarang kepastian. Bunda nggak tahu apakah atau kapan Ayah akan menghubungi kita. Bunda berharap dia akan. Dan apa pun yang terjadi, kamu akan baik-baik saja, karena kamu disayang dan kamu aman di sini. Kamu menyisakan ruang untuk berharap tanpa menjamin objeknya, dan kamu menambatkan rasa baik-baik saja anak pada sesuatu yang kamu kendalikan sendiri, yaitu kehadiranmu yang tetap, bukan pada kepulangan orang tua yang tidak ada yang tidak pasti itu.
Ini sungguh sulit, karena artinya duduk bersama anak dalam sebuah ketidakpastian yang tidak bisa kamu selesaikan, alih-alih memperbaikinya dengan sebuah janji yang menenangkan. Tapi ketidakpastian yang jujur, yang dipegang dengan hangat, melindungi anak lebih baik daripada kepastian palsu yang berkeping-keping. Dan itu memberi teladan tentang sesuatu yang benar dan berguna, yaitu bahwa kita bisa memegang harapan dan ketidakpastian pada saat yang sama, dan bisa baik-baik saja bahkan saat kita tidak tahu sesuatu akan berakhir seperti apa.
Memegang harapan dan duka secara bersamaan
Anak dengan orang tua yang menghilang sering butuh bantuan untuk memegang dua hal yang seolah bertentangan: harapan bahwa orang tua itu mungkin kembali dan terhubung, dan duka atas ketiadaan orang tua itu saat ini. Sebenarnya keduanya tidak bertentangan, dan membantu anak memegang keduanya itu lebih jujur daripada mendorong dia ke arah harapan murni atau duka murni.
Kamu membiarkan anakmu merindukan orang tua itu dan berduka atas kehilangan itu, dengan mengakui bahwa kesedihan itu nyata dan boleh ada, tanpa terburu-buru menyuruhnya merasa lebih baik atau melepaskan orang tua itu. Dan kamu membiarkan anak berharap, tanpa memberi makan satu harapan spesifik yang mungkin dikecewakan. Anakmu bisa merindukan Ayahnya sekaligus berharap dia akan menghubungi, bisa merasa sedih sekarang sekaligus tetap terbuka pada masa depan, dan tugasmu adalah memberi ruang untuk seluruh campuran itu alih-alih menyelesaikannya secara dibuat-buat ke salah satu arah.
Kalau menghilang ini menjadi kenyataan jangka panjang atau menetap, kerja-duka anakmu bergeser ke arah meratapi orang tua yang tidak akan kembali dengan cara yang dia harapkan, dan itu duka yang besar, yang mendapat manfaat dari dukungan. Modul 14 (Kehidupan emosi anakmu), terutama artikel tentang duka anak, bersama artikel tentang dukungan profesional dalam modul ini, adalah tempat untuk merujuk. Anak yang sedang berduka untuk orang tua yang benar-benar tidak ada mungkin membutuhkan lebih dari yang bisa diberikan oleh orang tua seorang diri, dan mencari dukungan itu langkah yang bijak.
Sepanjang semua ini, kehadiranmu yang teguh itulah fondasinya. Seorang anak bisa bertahan, bahkan berduka untuk orang tua yang menghilang, saat dia punya satu orang tua yang ada di sana secara kukuh dan bisa diandalkan, memegangnya melewati ketidakpastian dan duka itu. Kehadiran itulah hal yang bisa kamu berikan, sepenuhnya, terlepas dari apa pun yang dilakukan orang tua yang tidak ada itu.
Penutup
Orang tua yang menghilang menciptakan kepedihan yang khusus bagi seorang anak, sebuah keadaan menggantung antara memiliki orang tua dan kehilangannya, dengan duka yang tidak punya tempat bersih untuk mendarat, dan duka itu butuh diakui, bukan untuk dikecilkan. Dalam percakapan di mana Ayah, tetaplah jujur dalam batas yang sesuai dengan usia, akui saat kamu tidak tahu, tanggapi duka dan ketakutan dan rasa menyalahkan diri yang ada di bawah pertanyaan itu, dan tambatkan anakmu pada kehadiranmu sendiri yang teguh. Jangan menjanjikan kepulangan yang tidak bisa kamu jamin, peganglah harapan anak dengan lembut tanpa mengarang kepastian yang bisa berkeping-keping. Dan bantu anakmu memegang harapan dan duka secara bersamaan, alih-alih menyelesaikan campuran itu secara dibuat-buat, dan carilah dukungan kalau ketiadaan itu menjadi jangka panjang. Di sepanjang semua ini, kehadiranmu yang tak tergoyahkan itulah fondasi yang bisa membantu seorang anak bertahan melewati orang tua yang menghilang.
Kamu tidak bisa membuat orang tua yang tidak ada itu kembali, dan kamu tidak bisa menjawab pertanyaan yang terus ditanyakan anakmu. Kamu bisa memberi tahu dia kebenaran dengan lembut, menghindarkannya dari rasa menyalahkan diri, dan menjadi orang tua yang tidak pernah menghilang, yang merupakan sebagian besar dari apa yang membawa seorang anak melewati ketiadaan yang tidak bisa dia pahami.
Kamu tidak bisa menjawab ke mana orang tua satunya pergi, atau menjanjikan kepulangan yang tidak kamu kendalikan. Kamu bisa menghindarkan anakmu dari rasa menyalahkan diri, memegang duka dan harapannya secara bersamaan, dan menjadi orang yang selalu, dengan bisa diandalkan, ada di sini.
Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.