dip
Belikan Kopi
A Year And Beyond

Kesepian, jenis yang tak kunjung pergi

By the dip team · 6 menit baca

Kesepian, jenis yang tak kunjung pergi

Tahap 3 · Setahun dan seterusnya · Artikel 119 · Wave 3 · Tender


Sekarang, kesepian yang tajam itu sudah pergi. Rumah tidak lagi terasa mengejutkan. Malam-malam di hari kerja sudah punya bentuknya, akhir pekan sudah punya ritualnya, dan kamu sudah membangun kembali sebuah hidup yang ada orang-orang di dalamnya. Dan di balik semua itu, pada malam-malam tertentu, masih ada seutas benang dari sesuatu yang belum juga beranjak. Bukan kepanikan bulan-bulan awal dulu. Sesuatu yang lebih sunyi. Sebuah kesepian yang rendah dan tetap, yang sepertinya sudah menetap untuk tinggal.

Artikel ini tentang kesepian itu. Jenis yang tersisa. Jenis yang tidak sepenuhnya terselesaikan oleh teman-teman baik dan kalender yang penuh. Apa dia sebenarnya, kenapa dia bertahan, dan pertanyaan yang lebih berguna, yang bukan soal bagaimana menyingkirkannya melainkan bagaimana hidup dengan baik di sampingnya.

Pertama, apa yang dia bukan

Dia bukan tanda bahwa kamu gagal pulih. Kesepian awal itu tajam dan dia sudah terangkat, dan terangkatnya itu nyata. Ini berbeda. Ini kesepian yang bersifat struktural pada jenis hidup tertentu, yaitu satu orang dewasa, memegang pusat sebuah rumah, memikul tanggung jawab terakhir seorang diri. Dia akan ada untuk siapa saja yang menjalani hidup ini, sebaik apa pun keadaan mereka. Dia adalah ciri dari strukturnya, bukan vonis atas dirimu.

Dia juga bukan bukti bahwa kamu butuh pasangan baru. Itulah kesimpulan yang paling diinginkan oleh kesepian itu untuk kamu ambil, dan itulah yang paling perlu kamu waspadai, karena sebuah hubungan yang dimasuki untuk menyelesaikan kesepian cenderung memikul seluruh beban itu, dan itu terlalu berat untuk dipikul oleh sebuah hubungan. Kesepian dan soal pasangan baru adalah dua hal yang terpisah, dan menjaga keduanya tetap terpisah melindungi keduanya.

Apa dia sebenarnya

Ada dua jenis kesepian, dan keduanya layak dipisahkan.

Yang satu bersifat sosial. Dia menanggapi orang, kontak, rasa memiliki, hidup yang penuh. Kalau kesepianmu mereda saat kamu bertemu teman dan kembali saat kamu menyendiri, kesepianmu sebagian besar jenis ini, dan jawabannya adalah jawaban yang biasa, yaitu bangun dan rawat hubunganmu, jaga pertemuan-pertemuan yang berulang, tetaplah berada di dalam dunia.

Yang satu lagi bersifat eksistensial, dan inilah yang tidak sepenuhnya pergi. Ini kesepian menjadi satu-satunya orang dewasa yang memegang keseluruhan gambaran hidupmu dan hidup anak-anakmu. Tidak ada orang lain yang memikul semuanya. Keputusan-keputusan mendarat padamu. Kekhawatiran pukul tiga pagi itu milikmu seorang. Rasa bangga pada anak-anak, rasa takut untuk mereka, pandangan jauh tentang keluarga, semua itu kamu pegang tanpa ada yang turut memegangnya. Kesepian itu tidak terselesaikan oleh kehadiran orang lain, karena dia bukan benar-benar soal kehadiran. Dia soal menjadi, akhirnya dan secara struktural, orang yang memegang kendali sebuah hidup.

Kebanyakan orang yang sudah menikah bertahun-tahun kehilangan kebiasaan memikul itu sendirian, dan mendapatkannya kembali, atau membangunnya untuk pertama kali, adalah bagian dari apa yang diminta tahap ini. Kesepian yang tersisa itu sebagiannya adalah perih dari hal itu, dan sebagiannya adalah kekuatannya.

Cara memandang ulang yang membantu

Naluri kita adalah memperlakukan kesepian yang tersisa sebagai masalah yang harus dilenyapkan. Sebagian besar kelegaan yang sejati justru datang dari langkah yang lain, yaitu memperlakukannya sebagai sebuah kondisi untuk dihidupi dengan baik dari dalam, sebagaimana kamu akan hidup dengan ciri permanen mana pun dari sebuah hidup, bukan sebagai cacat sementara di dalamnya.

Ini bukan kepasrahan. Ini adalah perbedaan antara orang yang berselisih dengan kesunyian malam-malamnya sendiri dengan orang yang sudah berdamai dengannya. Kesunyiannya sama. Hubungan dengannya itulah segalanya. Orang pertama menderita kesepian sebagai sebuah kekurangan. Orang kedua memiliki semacam kesendirian, yaitu jam-jam yang sama yang memegang makna yang berbeda.

Kesendirian adalah kesepian yang sudah diterima dan kemudian, perlahan-lahan, dijadikan sahabat. Dia adalah rasa keseorangan yang sama, yang berubah dari sesuatu yang sedang terjadi padamu menjadi sesuatu yang semata-mata milikmu. Perubahan itu tidak terjadi dengan paksaan. Dia terjadi dengan berhenti melawan.

Apa yang harus dilakukan dengannya

Berhentilah mencoba mengisi setiap kesunyian. Sebagian dari kesepian itu hanyalah kesunyian yang belum tercerna, dan refleks untuk mengisinya (sebuah telepon, sebuah scroll, sebuah minuman, sebuah kencan) menghalangi kesunyian itu untuk pernah menjadi kesendirian. Duduklah di dalam sebagiannya dengan sengaja. Beberapa kali pertama memang tidak nyaman. Lalu, secara tidak merata, kesunyian itu mulai terasa kurang seperti sebuah lubang dan lebih seperti sebuah ruangan.

Bangun hubungan yang dalam, bukan sekadar yang sibuk. Kalender yang penuh tidak sama dengan dikenal. Kesepian yang tersisa paling mereda di sekeliling segelintir kecil orang yang mengenal seluruh dirimu, teman-teman yang di depan mereka kamu tidak perlu berpura-pura. Satu atau dua orang seperti itu berbuat lebih banyak daripada kehidupan sosial yang sibuk. Rawatlah mereka.

Buatlah sesuatu. Kesepian punya lebih sedikit ruang saat ada pekerjaan di tanganmu yang berarti bagimu, sebuah kriya, sebuah perjuangan, sebuah proyek, sebuah kebun, sesuatu yang sedang dibangun. Bukan sebagai pengalih perhatian. Melainkan sebagai tempat untuk meletakkan bagian dirimu yang dulu kamu curahkan ke dalam pernikahan dan sekarang tidak punya tempat untuk pergi. Hal-hal yang dibuat memegang kesepian dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh kehadiran orang lain.

Biarkan anak-anak menjadi anak-anak, bukan teman. Bahayanya, saat hidup sendirian dengan anak-anak, adalah bersandar pada mereka untuk teman yang dulu diberikan oleh seorang pasangan. Mereka akan merasakannya, dan itu beban yang bukan milik mereka. Sayangilah mereka sepenuhnya dan jagalah mereka tetap di sisi anak pada garis itu. Kesepianmu adalah milikmu untuk dipikul, bukan milik mereka untuk diisi.

Sadari saat dia sebenarnya adalah depresi. Kesepian yang tersisa adalah ciri yang wajar dari hidup ini. Suasana hati yang terus menurun, kehilangan minat, rasa putus asa, perasaan bahwa tidak akan pernah lagi ada yang terasa baik, itu semua bukan hal yang sama, dan itu layak dibawa ke dokter atau terapis. Kesepian, kamu hidup di sampingnya. Depresi, kamu mengusahakan bantuan untuknya. Kalau kamu tidak yakin sedang berada di yang mana, ketidakpastian itu sendiri sudah merupakan alasan yang baik untuk bicara dengan seseorang. Langkah pertama yang biasa adalah datang ke dokter keluarga atau Puskesmas, lalu ceritakan dengan tenang pola-pola yang kamu perhatikan. Dan kalau ada saat semuanya terasa terlalu berat untuk dipikul sendiri, Layanan Sehat Jiwa Kemenkes ada di 119 ext 8 untuk dukungan emosional.

Paradoks di pusatnya

Inilah hal yang tidak bisa dilihat oleh bulan-bulan awal dan yang perlahan-lahan disingkapkan oleh tahap ini. Kesendirian yang sama yang memegang kesepian itu juga memegang kebebasan itu. Keduanya bukan dua hal. Keduanya satu hal, dilihat dari dua sisi.

Malam yang sepi itu juga malam yang tidak ada orang lain berhak menuntutnya. Keputusan yang kamu buat sendiri itu juga keputusan yang sepenuhnya milikmu. Hidup yang kamu pegang tanpa ada yang turut memegangnya itu juga hidup yang tidak sedang dibentuk oleh orang lain untukmu. Kebanyakan orang, kalau ditanya dengan jujur, tidak akan menukar kembali kebebasan itu sekalipun untuk kehilangan kesepiannya, karena keduanya datang bersamaan, dan kesepakatan itu, begitu kamu sudah hidup di dalamnya beberapa lama, lebih baik daripada yang terlihat dari malam kosong yang pertama dulu.

Penutup

Kesepian yang tak kunjung pergi itu bukan luka yang gagal sembuh. Dia adalah sisi sunyi di bawah sebuah hidup yang sekarang kamu jalani dengan caramu sendiri. Tujuannya tidak pernah untuk melenyapkannya. Tujuannya adalah untuk hidup sepenuh mungkin, dengan orang-orang yang benar-benar mengenalmu, pekerjaan yang berarti, anak-anak yang disayangi tanpa disandari, dan kesunyian yang sudah berhenti kamu lawan, sampai kesepian itu menjadi satu benang di antara banyak benang, dan bukan benang yang menentukan kainnya.

Pada malam-malam tertentu dia akan lebih nyaring daripada malam yang lain. Itu boleh saja. Kamu tidak sedang melakukannya dengan salah. Kamu sedang melakukan hal yang paling biasa dan paling manusiawi yang ada, yaitu menjadi seorang manusia, sendiri dan tidak sendiri, di dalam hidup yang kamu bangun sendiri.

Rujukan cepat

  • Kesepian yang tersisa itu bersifat struktural pada pengasuhan seorang diri, bukan tanda pemulihan yang gagal.
  • Pisahkan jenis sosial (menanggapi orang) dari jenis eksistensial (menanggapi penerimaan).
  • Jangan coba menyelesaikannya dengan pasangan baru atau dengan mengisi setiap kesunyian.
  • Rawat beberapa hubungan yang dalam, buatlah sesuatu, jagalah anak-anak jauh dari garis teman.
  • Kalau dia adalah suasana hati yang terus menurun dan rasa putus asa, bukan sekadar kesepian, bicaralah dengan dokter atau terapis.

Kesepian dan kebebasan adalah jam-jam yang sama dilihat dari dua sisi, dan kerjanya adalah belajar memegang keduanya.

Ini adalah materi swadaya yang mendukung, bukan nasihat medis, psikologis, atau hukum, dan bukan pengganti bantuan profesional yang berkualifikasi. Jika Anda atau anak Anda mungkin dalam bahaya, hubungi layanan darurat setempat.